PEMBAHASAN
Dalam perkembangannya, tumbuhan menghasilkan metabolit
sekunder yang merupakan senyawa hasil metabolisme. Seiring dengan berkembangnya
gaya hidup penggunaan tanaman sebagai obat, maka berkembang pula pengetahuan
untuk menganalisis kandungan biokimia tumbuhan, sebab penggunaan tanaman
sebagai obat erat kaitannya dengan kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman
tersebut terutama zat bioaktif. Tanpa adanya senyawa bioaktif dalam
tumbuhan, secara umum tumbuhan tersebut tidak dapat digunakan sebagai obat.
Senyawa bioaktif yang terdapat dalam tumbuhan biasanya diantaranya adalah
terpenoid.
Dalam tumbuhan biasanya terdapat
senyawa hidrokarbon dan hidrokarbon teroksigenasi yang merupakan senyawa
terpenoid. Kata terpenoid mencakup sejumlah besar senyawa tumbuhan, dan istilah
ini digunakan untuk menunjukkan bahwa secara biosintesis semua senyawa tumbuhan
itu berasal dari senyawa yang sama. Jadi, semua terpenoid berasal dari molekul
isoprene CH2==C(CH3)─CH==CH2 dan kerangka karbonnya dibangun oleh penyambungan
2 atau lebih satuan C5 ini. Kemudian senyawa itu dipilah-pilah menjadi beberapa
golongan berdasarkan jumlah satuan yang terdapat dalam senyawa tersebut, 2
(C10), 3 (C15), 4 (C20), 6 (C30) atau 8 (C40).